Filosofi sepakbola, gila bola dan saya

By Rahadi


Perkenalan saya dengan dunia sepakbola sungguh tak diinginkan pada awalnya. Waktu saya kecil dulu, saya hanya seorang anak kecil yang lebih suka di rumah, membaca buku.... ya... buku-buku yang ga biasanya dibaca bocah ingusan... sebentar..... jangan menganggap yang enggak-enggak... bukan buku XXX lho, tapi buku-buku ilmu pengetahuan dan buku-buku pelajaran SMP,SMA padahal saya masih SD.
Suatu saat, ibu saya merasa khawatir saya tidak bisa berkembang seperti anak2 yang normal sehingga pada saat kelas 4 SD, saya dibelikan sebuah bola sepak dan dipaksa bermain bola dengan teman2 saya di kampung (suatu hal yang mungkin saja disesali ibu saya sekarang....hahaha). Pada awalnya, saya turuti permintaan itu dengan pergi ke lapangan bola setiap sore dengan membawa bola dan sebuah BUKU di dalam baju saya.... Di lapangan bola, saya hanya meminjamkan bola pada teman2 saya lalu duduk di pinggir lapangan sambil membaca. Suatu hari.... ibu saya mengetahuinya dan marah besar. Sejak saat itu, saya ditunggui ibu saya bila pergi ke lapangan bola. Mau gak mau saya "terpaksa" bermain bola. Di sinilah akhirnya saya menemukan sesuatu........ sebuah tempat di mana saya bisa mengenal dunia, di mana saya tahu apa artinya hidup, berbagi, tertawa lepas, dan lain sebagainya.

Waktu masih SD, saya berposisi sebagai kiper padahal badan saya kecil. namun postur bukanlah halangan bagi saya, buktinya SD kami termasuk yang disegani di kota saya dulu. Waktu SMP, saya dicoba pelatih saya menjadi striker... dan hasilnya lumayan..... Saat ada kompetisi BUPATI CUP di Bondowoso, saya sempat ditawari untuk menjadi pemain di tim A SMP saya, namun saya menolaknya, karena saya lebih enjoy menjadi Kapten di tim B dengan alasan banyak sahabat2 saya yang biasa main di kampung hanya terpilih di tim B. I wanna change the world, that's the matter that i had. Walau akhirnya kalah, saya sudah cukup puas karena kami dihancurkan juara bertahan turnamen tersebut dan kalah menang itu bukan esensi bermain bola buat saya, tapi bahagia atau tidak itu yang saya inginkan......

Saya merantau saat SMA, pindah ke Surabaya ke SMULA, sebuah sekolah yang hanya terkenal dengan prestasi akademiknya dan paduan suaranya tentunya (hahaha). Kali ini akhirnya saya menemukan posisi favorit saya, "Left Winger". Di tempat ini saya menemukan lagi banyak orang yang begitu mencintai sepakbola...... mulai dari latihan sparring di lapangan penuh pasir, lapangan "san siro" yang becek dan jaraknya ribuan mil dari rumah saya hahaha dan sparring dengan "kaki2 becak" di Trosobo, semua begitu menyenangkan. Satu hal yang paling saya kenang adalah saat saya bertanding langsung melawan Mat Halil (Bek kiri Persebaya saat ini) dengan tim Indonesia Muda-nya. Dibantai 6-2 tapi saya masih bisa mencetak gol dari tendangan bebas saat itu.
Di sini juga saya mulai sadar betapa eksistensi saya terlihat.... yah cewek2 di SMU saya pasti mengenal siapapun pemain bola yang menarik hahaha..... cerita lama.

Saya mulai mengenal FUTSAL saat kuliah di FK. Permainan ini mulai booming karena bisa lebih mudah dilakukan et causa jumlah lapangan Sepakbola outdoor yang mahal dan mulai menipis seiring perkembangan jaman di Surabaya. Untuk pertama kalinya pula saya mendapatkan piala2 dengan menjadi juara di Fakultas bersama angkatan 2000 saya. And i miss the days right now. Nanang (Strong Goalkeeper), Bambang (Beast Sweeper), Endri (Super Man Marker), Very (Lampard... nang ndi kowe), Hedy (Dribble Master), Alit (Stamina and Power Trouble Maker), Andhi Pur (Super Sub), kapan kita reuni lagi????

Satu tim lagi adalah Airlangga Saturday Morning Club yang benar2 gila bola. Bukan skill superlative yang kami miliki di sana tapi kegilaan luar biasa yang kami punya. Tim ini gabungan beberapa alumni UNAIR. Ada yang tiap minggu jauh2 datang dari Lamongan hanya untuk maen bareng, what a crazy guy!!! (Yoga), ada pula yang rela maen di paving penuh batu tanpa sepatu karena emang ga biasa pake sepatu...(Tommy hahaha) dan ada pula yang habis jaga 24 jam di RS masih nyempetin maen bola (saya tentunya hehehe).


Sekarang satu2nya tim yang main bersama saya adalah tim adek kelas saya 2001 dan sedang mengikuti Dekan Cup FK. Sebuah tim gila bola juga dan saya bahagia bermain bersama mereka. Semoga kita juara !!!! Amin

Beberapa saat lagi mungkin saya akan kehilangan masa2 ini seiring kesibukan saya..... Masa2 penuh peluh keringat yang paling mempengaruhi hidup saya, masa berjuang, bekerjasama, menang, kalah, tertawa dan menangis bersama..... What A Great Days. Terima kasih Sepakbola and I Love You all, guys !!!

 

STARLITE PHOTOGRAPHY

By Rahadi

Starlite Photography, hhmmm... orang sering bertanya, "starlite photography itu dimana?". Tentu saja saya cuma bisa bilang : "ga ada tempat pastinya, itu ada di dalam hati saya".

Sebenarnya saya ingin sekali segera "meresmikan" nama calon perusahaan saya ini menjadi sebuah studio yang resmi. Tapi apa mau dikata, kesibukan-kesibukan saya tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut dalam jangka waktu dekat. Mungkin dalam beberapa tahun ke depan setelah saya menyelesaikan pendidikan, insyaallah hal ini akan terlaksana.


Untuk sementara, Starlite masih menerima job yang memungkinkan waktu kosong buat saya dan tim. Terima kasih........................